Studi Dampak Perubahan Iklim Berbasis SDGs di Kampung Yenggu Lama

Proyek ini merupakan kajian berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang dilakukan di Kampung Yenggu Lama, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Proyek ini bertujuan untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap masyarakat adat, khususnya dalam aspek ketahanan pangan, sosial-ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Studi ini juga mencakup dokumentasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal yang berkontribusi pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.


Temuan Utama & Dampak

Kerentanan Sosial dan Ekonomi:

  • Perubahan pola curah hujan dan musim yang tidak menentu berdampak pada produktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih.
  • Kelompok perempuan menjadi yang paling rentan karena perannya dalam mengelola rumah tangga dan pertanian.

Akses dan Ketimpangan:

  • Ketergantungan tinggi pada kayu bakar dan praktik berkebun tradisional berisiko terhadap keberlanjutan jangka panjang.
  • Kesenjangan sosial antara penduduk lokal dan transmigrasi menyebabkan akses tidak merata terhadap sumber daya alam.

Keberlanjutan Ekosistem:

  • Pelestarian hutan adat Ku Defeng Akrua memiliki potensi besar dalam melindungi lingkungan, tetapi masih menghadapi kendala dalam implementasi hukum.
  • Masyarakat telah melakukan adaptasi berbasis kearifan lokal, namun kapasitas mereka masih perlu diperkuat.

Partisipasi Masyarakat dalam Adaptasi & Mitigasi:

  • Melalui kajian ini, masyarakat memahami bahwa perubahan yang mereka alami terkait dengan perubahan iklim dan mulai beradaptasi sesuai pemahaman mereka.
  • Aspirasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim telah disampaikan dalam forum desiminasi dengan pemerintah kampung, distrik, kabupaten, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dokumentasi Pangan Lokal:

  • Studi ini juga menghasilkan dokumentasi pangan lokal dalam bentuk buku resep sebagai upaya menjaga ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
  • Dokumentasi ini diharapkan dapat memperkuat identitas pangan Suku Namblong serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya pangan lokal dalam menghadapi perubahan iklim.

Efektivitas Penggunaan Dana & Potensi Kolaborasi

Metode yang Beragam & Berbasis Partisipatif:

  • Studi ini tidak hanya mengandalkan survei dan sensus, tetapi juga melakukan Focus Group Discussions (FGD) untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif masyarakat.
  • Proyek ini tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung kepada masyarakat dengan membantu mereka mendokumentasikan pangan lokal.

Durasi yang Terbatas, tetapi Berdampak Luas:

  • Dalam waktu yang relatif singkat, proyek ini berhasil menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah distrik dan kabupaten serta Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) yang memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan Suku Namblong.
  • Temuan dan rekomendasi dari studi ini telah didesiminasikan kepada para pemangku kepentingan, membuka peluang untuk penguatan kebijakan dan program keberlanjutan.

Rekomendasi & Langkah Lanjutan

  1. Diversifikasi Sumber Pangan & Penguatan Ketahanan Pangan Lokal
  1. Mendorong praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim melalui diversifikasi tanaman dan teknologi pertanian ramah lingkungan.
  2. Pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
  3. Pendidikan & Pemberdayaan Masyarakat
  1. Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan, termasuk sekolah lapang, untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.
  2. Memperkuat akses perempuan terhadap peluang ekonomi dan sumber daya.
  3. Pelestarian Hutan Adat & Keanekaragaman Hayati
  1. Mendukung upaya konservasi hutan adat sebagai strategi utama mitigasi perubahan iklim.
  2. Mengurangi deforestasi melalui regulasi yang lebih jelas serta larangan pembalakan liar dan perburuan ilegal.
  3. Pembangunan Infrastruktur & Kemitraan
  1. Mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan, seperti akses air bersih dan jalan yang layak.
  2. Mengembangkan kemitraan lebih kuat dengan pemerintah, LSM, dan sektor swasta untuk percepatan pemberdayaan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
  3. Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan
  1. Memperkuat kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.
  2. Mendorong ekowisata dan pengembangan usaha berbasis pangan lokal sebagai alternatif ekonomi.
  3. Penyusunan RPJMK (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung)
  4. Kampung Yenggu Lama perlu menyusun RPJMK untuk perencanaan pembangunan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan responsif terhadap perubahan iklim.
  5. Peluang Pengembangan Penelitian
  6. Studi ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan berbasis SDGs dan dapat menjadi dasar penelitian lanjutan untuk pengembangan program yang lebih komprehensif.

Kesimpulan

Proyek ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak langsung pada ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan di Kampung Yenggu Lama. Pendekatan berbasis partisipasi, dokumentasi pangan lokal, dan keterlibatan multipihak menjadi kunci dalam mengembangkan strategi adaptasi dan mitigasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang lebih kuat, rekomendasi dari proyek ini dapat menjadi landasan bagi upaya keberlanjutan yang lebih luas.

Share the Post:

Other Projects

© 2025 YAPAL Papua. All Rights Reserved.