Masyarakat Kampung Yenggu Lama terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai peluang ekonomi. Salah satu inisiatif yang muncul adalah pengolahan pisang menjadi kripik pisang, yang diinisiasi secara mandiri oleh kelompok perempuan dan masyarakat kampung. Meskipun belum menjadi bagian dari Proyek NLGF-VCA, usaha ini menunjukkan potensi besar dalam memperkuat ekonomi lokal dan diversifikasi pangan.
Potensi Kripik Pisang sebagai Alternatif Ekonomi
Pisang, yang selama ini hanya dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari, kini diolah menjadi produk bernilai jual. Usaha ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan berbasis pangan lokal.
Dalam konteks proyek NLGF-VCA, inisiatif ini menjadi peluang untuk memperluas dukungan program dalam pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Identifikasi tantangan seperti akses pasar, pelatihan teknis, dan dukungan modal sangat diperlukan agar usaha ini berkembang lebih jauh dan menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Harapan Ke Depan
Dengan adanya studi dampak perubahan iklim dan dukungan proyek NLGF-VCA, inisiatif pengolahan kripik pisang dapat menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. Dukungan berupa peningkatan kapasitas, akses pasar, dan kemitraan diharapkan mampu membantu usaha ini berkontribusi pada ketahanan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, YAPAL dan Proyek NLGF-VCA diharapkan mampu terus mendampingi masyarakat Kampung Yenggu Lama dalam mewujudkan ketahanan ekonomi yang berbasis pada kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

